<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>f . r . i . t . z . t . o . r . y .</title>
	<atom:link href="http://fritztory.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fritztory.wordpress.com</link>
	<description>If you just look deeper, you will find everything.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2011 13:04:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fritztory.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>f . r . i . t . z . t . o . r . y .</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fritztory.wordpress.com/osd.xml" title="f . r . i . t . z . t . o . r . y ." />
	<atom:link rel='hub' href='http://fritztory.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Desain Vegetasi Jalur Hijau Jalan</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2011/06/08/desain-vegetasi-jalur-hijau-jalan/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2011/06/08/desain-vegetasi-jalur-hijau-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 13:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[archFRITZecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan penulis sebelumnya mengenai keberadaan ruang bentang jalan atau yang juga dikenal dengan sebutan streetscape. Pada umumnya di kota-kota lain di Indonesia, keberadaan bentang jalan ini kurang mendapatkan perhatian dalam artian perencanaan dan penataan yang baik dan matang. Lebih cenderung kepada penataan yang sifatnya temporer dan tergantung pada kebutuhan sesaat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=137&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan penulis sebelumnya mengenai keberadaan ruang bentang jalan atau yang juga dikenal dengan sebutan streetscape. Pada umumnya di kota-kota lain di Indonesia, keberadaan bentang jalan ini kurang mendapatkan perhatian dalam artian perencanaan dan penataan yang baik dan matang. Lebih cenderung kepada penataan yang sifatnya temporer dan tergantung pada kebutuhan sesaat. Kita cukup berbangga hati bahwa di Kota Bandar Lampung sebagai ibukota Provinsi Lampung sudah mulai memberikan perhatian yang lebih akan penataan ruang bentang jalan ini, akan tetapi penataan tersebut haruslah didukung oleh perencanaan yang matang sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang akan muncul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba membahas mengenai peranan vegetasi terhadap penataan ruang bentang jalan ini. Ruang bentang jalan ini merupakan area dimana konsentrasi polusi udara dari asap kendaraan adalah sangat tinggi. Oleh karena itu keberadaan vegetasi disini sangat berperan terutama untuk mengurangi dampak polusi udara tersebut bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, selain fungsinya sebagai penyerap polusi udara, vegetasi pada bentang jalan juga mempunyai fungsi lain yaitu sebagai peneduh atau pelindung, peredam kebisingan, pemecah angin, pembatas pandang, dan penahan silau lampu kendaraan. Menurut peraturan yang sama, vegetasi pada ruang bentang alam dapat dikategorikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jalur Hijau Jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun kriteria pemilihan vegetasi untuk RTH Jalur Hijau Jalan dari sifat biologisnya antara lain adalah sistem perakarannya masuk ke dalam tanah dan tidak merusak konstruksi dan bangunan, perawakan dan bentuk tajuk cukup indah, tidak menggugurkan daun dan daunnya tidak mudah rontok karena terpaan angin kencang, saat berbunga/berbuah tidak mengotori jalan, buah berukuran kecil dan tidak bisa dimakan oleh manusia secara langsung, sebaiknya tidak berduri atau beracun, tahan terhadap hama penyakit, tahan terhadap pencemaran kendaraan bermotor dan industri, mampu menyerap pencemaran udara, dan berumur panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk vegetasi dengan kategori pohon yang tinggi dan berdaun rindang hendaknya ditanam di area tepi jalan dimana area pejalan kaki berada karena dapat berfungsi sebagai peneduh sekaligus pelindung dari terik matahari, air hujan, asap dan lalu lintas kendaraan. Pohon-pohon yang tinggi dan berdaun rindang membutuhkan area tanam yang lebar agar sistem perakarannya tidak merusak lapisan penutup jalan seperti aspal atau paving serta struktur bangunan. Jenis pohon yang cocok untuk fungsi ini antara lain Bunga Kupu-kupu (Bauhinia purpurea), Melinjo (Gnetum gnemon), Bungur (Lagerstroemia floribunda), Cempaka (Michelia champaca), atau Tanjung (Mimosups elengi).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan untuk area median jalan hendaknya tidak dipilih pohon yang berbatang besar karena malah dapat mengganggu pandangan pengemudi kendaraan. Tanaman yang berdaun rindang atau malah berbuah lebat juga tidak cocok untuk ditempatkan di median jalan apabila area tanamnya tidak terlalu lebar atau kurang dari 3 (tiga) meter karena dapat secara langsung mengotori jalan dan mengganggu kenyamanan dan keselamatan dalam berkendaraan. Tanaman perdu rendah atau pohon yang berbatang tinggi kurus dan berakar tunjang lebih cocok untuk area median jalan yang lebarnya kurang dari 2 (dua) meter. Jenis tanaman yang cocok antara lain Palem Raja (Oerodoxa regia), Glodokan Tiang (Polyalthea longifolia pendula), Cemara (Cupresus papuana), Puring (Codiaeum varigatum), Lili pita (Ophiopogon jaburan), Canna (Canna varigata), atau Rumput Gajah (Pennisetum purpureum).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai contoh di sepanjang tepi jalan dan di area-area RTH lain di Singapura banyak ditanami pohon yang berbuah akan tetapi area tanamnya sangat luas sehingga membentuk taman tersendiri dan buah-buahannya sendiri malah dilarang untuk dikonsumsi oleh warga karena dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum. Buah-buahan tersebut hanya ditujukan untuk menjadi bagian dari siklus ekologi dari suatu habitat lingkungan alami. Dan untuk area median jalan baik di Singapura atau contoh lain di Dubai, pada umumnya ditanam tanaman bunga-bungaan ataupun tanaman ornamental lain yang wangi dan indah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai penutup, dalam pembangunan suatu kota khususnya Kota Bandar Lampung dan kota-kota lain di Provinsi Lampung, keberadaan RTH Jalur Hijau Jalan ini harus semakin ditingkatkan . Hal tersebut adalah sebagai upaya untuk melestarikan syarat 30% area RTH yang semakin lama semakin tergerus dan hilang oleh laju pertumbuhan properti dan bangunan komersial lainnya. Keberadaan RTH Jalur Hijau Jalan sangatlah penting karena selain fungsinya yang disebutkan di atas, RTH ini juga berfungsi sebagai area resapan air dan dapat dimanfaatkan untuk keindahan/estetika serta pada akhirnya meningkatkan citra suatu kota (Image of the City). Hal ini berkaitan dengan pemilihan vegetasinya yang hendaknya merupakan tanaman lokal dan lebih baik lagi apabila tanaman asli daerah yang dapat menjadi ciri khas daripada kota tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fritz Akhmad Nuzir, ST, MA(LA), IAI</strong></p>
<p>Ketua Umum Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) PD Lampung dan Ketua Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Bandar Lampung</p>
<p>*Tulisan ini telah diterbitkan di Harian Umum Lampung Post edisi Minggu, 5 Juni 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=137&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2011/06/08/desain-vegetasi-jalur-hijau-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bentang Jalan yang (Sering) Dilupakan</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/14/bentang-jalan-yang-sering-dilupakan/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/14/bentang-jalan-yang-sering-dilupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 15:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[archFRITZecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Median jalan, area pedestrian tepi jalan, bundaran (boulevard) merupakan ruang-ruang yang selalu kita temukan di sepanjang ruas jalan. Namun walaupun setiap harinya kita melihat, melewati, dan bahkan menggunakannya, faktanya masih belum banyak dari ruang-ruang tersebut di atas yang berada dalam kondisi yang terawat apalagi tertata dengan baik. Padahal sesungguhnya banyak potensi yang dapat digali dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=135&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Median jalan, area pedestrian tepi jalan, bundaran (boulevard) merupakan ruang-ruang yang selalu kita temukan di sepanjang ruas jalan. Namun walaupun setiap harinya kita melihat, melewati, dan bahkan menggunakannya, faktanya masih belum banyak dari ruang-ruang tersebut di atas yang berada dalam kondisi yang terawat apalagi tertata dengan baik. Padahal sesungguhnya banyak potensi yang dapat digali dari keberadaan ruang-ruang tersebut yang dapat dikategorikan sebagai bentang jalan (streetscape).</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, bentang jalan telah menjadi lebih dari sekedar sarana dan media transportasi belaka. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan bentang jalan telah menjadi tulang punggung suatu peradaban baik itu di daerah perkotaan, maupun di daerah pedesaan. Penduduk yang tinggal di Jakarta dan di kota-kota besar lain di Indonesia, secara rata-rata menghabiskan sepertiga atau bahkan lebih dari 24 jam sehari di perjalanan, baik itu untuk bekerja maupun melakukan kegiatan sehari-hari lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan bentang jalan dalam kehidupan kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Streetscape </em>atau bentang jalan dapat diartikan sebagai suatu area atau ruang beserta elemen-elemen yang ada didalamnya, yang berada dalam suatu daerah milik jalan <em>(right of way)</em>. Bentang jalan tidak hanya terdiri dari ruas jalan semata, namun juga area pedestrian tepi jalan, halte atau tempat pemberhentian kendaraan umum, median jalan, area peneduh, bundaran <em>(boulevard)</em>, jalur sepeda, furnitur jalan (<em>street furniture)</em> seperti misalnya lampu jalan, penunjuk arah, rambu lalu lintas, tempat sampah umum, dan sebagainya. Masing-masing elemen tersebut mempunyai peranan tersendiri yang saling terkait untuk membentuk penampilan visual, identitas, karakter dan fungsi dari suatu bentang jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Area pedestrian misalnya, seringkali hanya dipandang sebagai pelengkap dalam sebuah perancangan ruas jalan. Lebih buruknya lagi, area pedestrian dalam sebuah gambar perancangan ruas jalan bisa hanya berupa dua buah garis paralel yang berjarak 1,5m satu dengan yang lain, hanya itu saja dan tidak lebih. Hasilnya adalah suatu area yang sempit, beralaskan paving beton yang keras dan berdebu, tanpa ada pelindung dari sinar matahari dan polusi asap kendaraan bermotor, serta tanpa pengaman dari lalu lintas yang berbahaya. Jadi tidak perlu lagi bertanya-tanya kenapa banyak area pedestrian atau yang lebih dikenal dengan sebutan trotoar jalan yang tidak digunakan atau malah beralih fungsi menjadi tempat parkir atau tempat berjualan bagi para pedagang kaki lima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bukanlah alasan yang tepat bahwa berjalan kaki untuk beraktivitas bukanlah kebudayaan kita sehingga hal tersebut belum menjadi sesuatu kebiasaan di masyarakat. Ketika kendaraan bermotor belum ada, manusia dimanapun dia berada, di Eropa atau di Asia, akan melakukan aktivitas berpindahnya dengan berjalan kaki. Dan sampai saat ini, walaupun setelah kendaraan bermotor menjadi sedemikian dominan dalam proses berpindah <em>(commuting)</em>, sebenarnya faktanya adalah berjalan kaki tetap menjadi sesuatu metode berpindah yang paling ramah lingkungan dan efisien untuk perjalanan jarak pendek. Karena untuk suatu perjalanan jarak pendek, mesin kendaraan bermotor akan dimulai dari kondisi yang dingin dan akan masih tetap berada pada kondisi yang dingin ketika mencapai tujuan. Padahal sebenarnya pembakaran yang paling banyak membutuhkan energi dan mengeluarkan emisi yang paling tinggi adalah ketika mesin kendaraan bermotor dihidupkan dalam kondisi dingin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi apa alasan sebenarnya selain dari akibat suatu kondisi kegagalan dalam perencanaan kota dan daerah yang disebut <em>urban sprawl</em> dimana suatu area perkotaan berkembang sedemikian pesat secara horisontal sehingga penduduknya harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk beraktivitas? Penyebab utamanya sederhana saja adalah kegagalan dalam menciptakan suatu area pejalan kaki yang nyaman, aman, dan berfungsi secara baik untuk kegiatan berjalan kaki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Area pedestrian atau pejalan kaki yang baik akan memiliki suatu ruang untuk berjalan kaki dengan jarak bersih minimal 2 meter sehingga nyaman untuk dua orang pejalan kaki berjalan bersama dan atau berpapasan dengan pejalan kaki yang lain. Dan tidak hanya cukup dengan ruang untuk berjalan kaki saja, akan tetapi perlu diperhatikan bagaimana agar kegiatan berjalan kaki bisa menjadi kegiatan yang nyaman dan menyenangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dimulai dari material penutup permukaan yang harus diperhatikan dengan memilih bahan yang tidak terlalu halus sehingga dapat menyebabkan tergelincir dan juga tidak terlalu kasar sehingga dapat menyebabkan tersandung. Material lokal yang mudah dirawat dan tahan terhadap faktor alam akan menjadi pilihan yang tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selanjutnya berkaitan juga dengan faktor alam, pengaruh sinar matahari dan curah hujan yang sangat kuat di daerah tropis menjadi suatu faktor yang seringkali menyebabkan ketidaknyamanan dalam berjalan kaki, ditambah dengan faktor polusi udara dari asap pembuangan kendaraan bermotor. Tidak ada yang lebih tepat untuk menjadi solusi dari permasalahan ini selain dengan menghadirkan elemen area peneduh di area pejalan kaki ini. Area peneduh ini terdiri dari deretan pohon peneduh yang melindungi dari terik matahari dan hujan, serta dilengkapi dengan area taman yang dapat menjadi penyaring asap polusi dari kendaraan bermotor. Area taman ini juga dapat berfungsi sebagai pembatas sekaligus pelindung bagi para pejalan kaki dari arus lalu lintas yang berbahaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan lebih dari itu area taman ini juga dapat menambah kenyamanan bagi para pejalan kaki, apalagi apabila dilengkapi dengan <em>street furniture</em> seperti tempat duduk, lampu taman, tempat sampah, dan sebagainya. Sehingga idealnya, area pedestrian ini selain dapat berfungsi sebagai area pejalan kaki secara optimal, akan berfungsi juga sebagai ruang terbuka publik yang nyaman, ramai, dan hijau yang secara otomatis akan memiliki potensi kegiatan sosial, ekonomi dan pariwisata yang tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Elemen bentang jalan yang lain seperti misalnya median jalan pun tak kalah potensinya. Ruang di median jalan umumnya hanya sekedar diisi tanaman-tanaman hias dalam pot dan pohon pelindung yang seringkali akarnya merusak permukaan aspal jalan serta lampu penerangan jalan. Dan karena fungsinya yang tidak terlalu ”jelas” tersebut seringkali keberadaan median jalan dikalahkan oleh kepentingan pelebaran ruas jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebenarnya potensi dari median jalan yang belum sepenuhnya tergali adalah keberadaan fisik dari median jalan itu sendiri. Median jalan terletak tepat di tengah-tengah atau di pusat dari garis as dari suatu ruas jalan sebagai pembatas antara dua jalur jalan. Letaknya yang di tengah itu menyebabkan median jalan mempunyai kemudahan pencapaian baik secara fisik maupun visual dari segala arah dan sepanjang waktu. Kemudahan pencapaian yang intensif ini akan menjadi faktor keunggulan yang luar biasa untuk fungsi-fungsi seperti media komunikasi elektronik dan visual, media promosi baik produk maupun pariwisata, media eksibisi karya seni, media informasi publik, dan sebagainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penjelasan gagasan di atas baru mencakup dua dari sekian banyak elemen dari bentang jalan yaitu area pedestrian tepi jalan dan median jalan. Elemen-elemen seperti bundaran, jalur sepeda, dan sebagainya juga mempunyai potensi besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan pemanfaatannya. Dalam era pembangunan suatu kota dan daerah yang berkelanjutan seperti sekarang ini, sudah saatnya kita tidak lagi sekedar merencanakan pembangunan yang fantastis, mahal dan hanya mengharapkan efek instan semata. Namun sebaiknya pembangunan dijiwai dengan perencanaan yang bersifat <em>down to earth</em> dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada dalam keseharian, dan yang paling utama adalah suatu efek pembangunan bertahap dan jangka panjang yang tidak hanya dirasakan oleh kita namun juga anak cucu kita di masa yang akan datang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fritz Akhmad Nuzir, ST, MA(LA)</strong></p>
<p>Ketua Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Bandar Lampung dan Praktisi Arsitek anggota Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Lampung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=135&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/14/bentang-jalan-yang-sering-dilupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SCHOENE TRAUME 02</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/08/schoene-traume-2/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/08/schoene-traume-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 16:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life in Short Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; &#160; &#8220;APA! Jangan bercanda kamu, Lena!&#8221; Tukas Muda begitu selesai ceritaku tentang kejadian semalam. &#8220;Kok kamu sama saja dengan Emre sih?! Buat apa aku bercanda?! Iya sayang! Aku bermimpi semalam! Dan sekarang aku takut&#8230;&#8221; Jawabku setengah berteriak. Rasa takutku mulai bercampur dengan rasa kesal karena kedua orang yang paling dekat denganku tidak mempercayaiku. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=128&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;APA! Jangan bercanda kamu, Lena!&#8221; Tukas Muda begitu selesai ceritaku tentang kejadian semalam.</p>
<p>&#8220;Kok kamu sama saja dengan Emre sih?! Buat apa aku bercanda?! Iya sayang! Aku bermimpi semalam! Dan sekarang aku takut&#8230;&#8221; Jawabku setengah berteriak. Rasa takutku mulai bercampur dengan rasa kesal karena kedua orang yang paling dekat denganku tidak mempercayaiku. Dan air mata mulai menetes kembali di pipiku.</p>
<p>&#8220;Okay my flower, don&#8217;t cry&#8230;I believe you&#8230;&#8221; Kedua tangannya meraihku dan memelukku. Kurasakan degup jantung Muda semakin kecap ketika dia mendekapku. Apakah dia merasa takut juga?</p>
<p>&#8220;Sekarang tenang dulu, Lena. Bagaimana kalau kita bicarakan ini di apartemenmu? Di sini tidak aman.&#8221; Kata Muda dengan nada suara yang lebih pelan. Terasa getaran di setiap katanya.</p>
<p>&#8220;Ya sayang.&#8221;</p>
<p>Segera kami beranjak dari meja tempat Muda sedari tadi menungguku. Kemudian kami berpamitan dengan Herr Steiner dan bergegas keluar dari pintu belakang Cafetaria. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun sinar matahari musim panas masih bersinar dengan teriknya. Kami berjalan menyeberangi perempatan jalan utama di depan Cafetaria tanpa menyadari sepasang mata mengawasi kami dari sudut perempatan jalan yang lain. Dan juga berpasang-pasang mata yang lain.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Sesampainya di apartemen, segera kumerebahkan diri di sofa ruang tengah sementara Muda menyusul setelah menutup pintu apartemenku. Lelah sekali rasanya hari ini, lebih dari hari-hari biasanya. Mungkin karena beban pikiran yang tak henti menghantuiku. Mengapa aku bisa bermimpi?</p>
<p>&#8220;Lena, coba kamu ingat kembali apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kamu benar-benar bermimpi?&#8221; Kata Muda sembari duduk di kursi sofa lain di hadapanku.</p>
<p>&#8220;Sudah Muda. Sudah aku coba ingat seharian ini. Dan aku yakin sekali aku memang telah bermimpi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Okay. Lalu apa kamu masih ingat apa yang terjadi dalam mimpimu?&#8221;</p>
<p>Sejenak aku tertegun. Timbul keraguan untuk menceritakan isi mimpiku. Selain karena aku hanya berhasil mengingat sebagian kecil isinya saja, dan juga karena aku takut Muda semakin tidak mempercayaiku. Dan akhirnya aku pun menggeleng.</p>
<p>&#8220;Tidak, aku tidak ingat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu yakin, Lena?&#8221; Sahutnya tidak percaya.</p>
<p>&#8220;Ya sayang.&#8221;</p>
<p>Muda tampak gelisah. Entah apa yang dipikirkannya. Sepertinya ada sesuatu yang sangat mengganggunya. Cukup lama kami tidak berkata-kata. Hanya Muda yang semakin terlihat gelisah. Sebentar-sebentar dia berdiri, berjalan ke arah jendela, mengintip keluar, dan kembali duduk. Sepertinya ada sesuatu yang ia tunggu.</p>
<p>&#8220;Lena, ada sesuatu yang sudah lama ingin aku ceritakan ke kamu. Sekarang sepertinya aku harus menceritakannya.&#8221; Suara berat Muda memecahkan kesunyian kami. Suara ini biasa kudengar saat Muda sedang bersedih. Perasaanku semakin tidak enak.</p>
<p>&#8220;Ada apa, sayang?&#8221; Kataku sambil mendekat ke arahnya.</p>
<p>&#8220;Kamu ingat kenapa kita tidak bisa bermimpi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena peristiwa Black Valentine itu bukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, tapi Black Valentine itu tidak seperti yang semua orang di dunia ini tahu&#8230;&#8221; Kalimatnya terhenti sejenak.</p>
<p>&#8220;Maksud kamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebelum aku ceritakan, kamu harus berjanji bahwa kamu akan segera meninggalkan Berlin dan bersembunyi sejauh mungkin setelah kamu tahu yang sebenarnya. Janji?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tak mengerti, sayang!&#8221;</p>
<p>Tanpa mempedulikan ucapanku lagi, Muda mulai bercerita. Black Valentine katanya adalah sebuah konspirasi terbesar di sepanjang sejarah manusia karena melibatkan semua pemimpin negara-negara besar di dunia yang tergabung dalam United Nation (UN). Yang meledakkan DC Headquarter sebenarnya bukan sekelompok teroris, akan tetapi diledakkan secara otomatis atas perintah langsung dari Dewan Keamanan UN.</p>
<p>Perintah tersebut adalah wujud dari kesepakatan UN untuk menghapuskan mimpi dari bagian kehidupan manusia selamanya. Alasannya adalah demi kedamaian dunia. Negara tanpa mimpi seperti yang dipraktekkan oleh Jerman ternyata berhasil menjadi sebuah negara yang maju dan makmur. Dan juga berdasar penelitian lebih lanjut, bahwa tanpa mimpi, manusia akan lebih stabil, damai, dan tidak ambisius. Dengan begitu harapannya tidak akan ada lagi peperangan.</p>
<p>Sepertinya memang pemerintah punya alasan yang sangat mulia namun ternyata ada juga alasan lain yang melatarbelakangi kesepakatan semua pimpinan negara UN. Kebanyakan pimpinan negara yang menjadi otak dari kesepakatan tersebut ternyata mempunyai ambisi untuk menjadi penguasa di negaranya selama-lamanya. Mereka tahu bahwa tanpa mimpi maka tidak ada orang yang bisa menjadi pemimpin. Karena akibatnya manusia tidak lagi punya ambisi dan cita-cita. Manusia berubah menjadi seperti robot yang mudah diatur.</p>
<p>Brak !!!</p>
<p>Terdengar suara seperti pintu didobrak. Muda berhenti sejenak, mengintip keluar dari pintu depan apartemen dan kembali duduk dengan nafas terengah-engah.</p>
<p>&#8220;Ada apa, Muda?!&#8221; Tanyaku khawatir.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa. Kamu percaya aku kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya aku percaya. Tapi apa hubungannya itu semua dengan aku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Okay, biarkan aku selesaikan ceritaku.&#8221;</p>
<p>Johann dan Anje Reinhart, orang tuaku, sebenarnya tidak dibunuh oleh sekawanan perampok. Sebaliknya mereka masih hidup sampai sekarang. Merekalah otak dari Dream Fighter. Mereka memutuskan untuk menghilang karena mereka mengetahui rencana-rencana pemerintah yang sebagian besar tidak berperikemanusiaan. Hanya demi keuntungan pimpinan-pimpinannya saja. Setelah lebih dari 20 tahun mereka bekerja untuk pemerintah, mereka memutuskan untuk berhenti dan berlibur sejenak.</p>
<p>Sekembalinya dari berlibur mereka tidak hanya membawa aku saja, akan tetapi mereka juga membawa mimpi mereka yang baru, berjuang untuk kemanusiaan. Mereka memulai suatu gerakan oposisi bawah tanah yang selalu mengawasi pemerintah dan mengambil tindakan konfrontatif apabila diperlukan. Gerakan ini lambat laun mulai dianggap mengganggu oleh pimpinan-pimpinan yang korup sehingga ketika terjadi kesepakatan konspirasi Black Valentine, gerakan inilah yang dikambinghitamkan. Dan gerakan ini dilabeli oleh masyarakat dengan nama Dream Fighter, nama yang sangat disukai oleh Johann karena sesuai dengan cita-citanya.</p>
<p>Muda kemudian bercerita bahwa dalam persembunyian, kedua orang tuanya tetap memperhatikannya. Mendidik dia menjadi seorang petarung dan mempersiapkannya menjadi aset bagi perjuangan mereka. Johann selalu mengingatkan bahwa suatu saat nanti Muda akan menjadi pemimpin besar Dream Fighter dan dunia!</p>
<p>&#8220;Tapi Muda, bukannya Dream Fighter selalu menggunakan kekerasan bahkan tidak segan untuk membunuh dalam setiap aksinya?&#8221; Potongku.</p>
<p>&#8220;Ya, tetapi hanya terhadap orang pemerintahan yang bersalah. Apabila ada keluarganya yang menjadi korban, maka itu adalah demi kebaikan manusia. &#8220;Jawabnya lugas. Seketika aku merasa takut. Aku tidak kenal Muda yang ini. Mata tajamnya memancarkan sorot kegilaan yang menakutkan.</p>
<p>Drap! Drap! Drap!</p>
<p>Suara derap sepatu orang berlari terdengar dari arah tangga apartemen. Tidak hanya satu orang, seperti satu peleton. Raut muka Muda menegang. Dia mendadak berdiri dan menarik tanganku.</p>
<p>&#8220;Ayo ikut aku!&#8221;</p>
<p>Kami berlari keluar apartemenku dan bergegas naik tangga menuju ke atas. Lantai demi lantai kami lalui dengan berlari. Apartemenku terletak di lantai 4 sementara total lantai di gedung apartemenku adalah 9 lantai. Lantai ke 10 adalah sebuah lantai dak yang terdapat sebuah helipad. Kami terus berlari sampai akhirnya kami sampai di lantai teratas. Pintu keluar dari ruang tangga ternyata terkunci. Pintu itu terbuat dari besi yang terlihat sangat kokoh. Kami berhenti dengan nafas terengah-engah, sementara suara derap langkah semakin keras terdengar.</p>
<p>&#8220;Muda, bagaimana ini?!?!&#8221; jeritku panik.</p>
<p>&#8220;Kesini!&#8221; Muda menarikku menjauh dari pintu dan menunduk.</p>
<p>DUAR!!!</p>
<p>Tiba-tiba pintu tersebut meledak. Dari balik pintu, sinar senja musim panas menyeruak dari balik asap ledakan. Terdengar suara mesin yang memekakkan telinga.</p>
<p>&#8220;SEMINGGU YANG LALU, TIM PENELITI DARI DREAM FIGHTER MENEMUKAN SEMACAM SERUM YANG DAPAT MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN BERMIMPI MANUSIA! MAAF LENA, KEMARIN SERUM ITU AKU UJICOBAKAN KE KAMU. AKU CAMPUR DALAM MAKANAN YANG AKU BAWAKAN UNTUKMU KEMARIN! MAAF!&#8221; Teriak Muda di tengah suara bising mesin di luar bercampur dengan derap langkah dari arah tangga.</p>
<p>&#8220;APA?!&#8221; Balasku kebingungan.</p>
<p>Tanpa mempedulikan kebingunganku, Muda menarikku keluar melalui lubang pintu yang sekarang telah berlubang. Sesampainya di luar, kami disambut oleh deru angin yang berputar-putar kencang dan suara mesin yang meraung-raung. Sumber dari suara itu ternyata adalah sebuah helikopter yang berada tepat di depan kami. Tanpa menoleh ke belakang, Muda menarikku berlari menuju helikopter tersebut.</p>
<p>&#8220;MASUK, LENA!&#8221; Muda menyuruhku untuk masuk ke dalam helikopter tersebut. Dari dalam helikopter terlihat dua sosok sepasang orang tua yang memakai seragam dengan logo DF di dada mereka. Aku tertegun, badanku tidak mau bergerak!<br />
Melihatku tidak bergerak, Muda mengangkat tubuhku masuk ke dalam helikopter.</p>
<p>DOR!</p>
<p>Terdengar suara tembakan dari arah ruang tangga. Muda terjatuh, kakinya tertembak. Dari dalam helikopter aku menjerit tertahan.</p>
<p>&#8220;AYO KITA PERGI!&#8221; Terdengar suara lelaki tua memerintah dengan aksen Jerman Timur yang kental.</p>
<p>&#8220;TAPI MUDA MASIH BELUM NAIK! Jeritku sambil melihat ke arah Muda yang masih mencoba berdiri.</p>
<p>&#8220;BIARKAN SAJA! DIA TAHU DIA HARUS BERKORBAN. DARAH YANG ADA DITUBUHMU LEBIH PENTING, LENA!&#8221; Jawab seorang wanita tua. Bagaimana dia tahu namaku?</p>
<p>Mesin helikopter bersuara semakin keras pertanda helikopter siap tinggal landas. Kemudian secara perlahan, helikopter mulai mengangkasa. Muda telah berhasil berdiri dan menatap ke arah helikopter dengan pandangan aneh. Seperti marah bercampur sedih dan senang. Tanpa berkata apa-apa dia berbalik badan dan mulai berlari menjauhi ruang tangga. Sementara dari arah ruang tangga muncul beberapa sosok hitam yang berlari mengejar Muda.</p>
<p>Sinar matahari senja musim panas menyilaukanku dan tiupan angin dari baling-baling helikopter menerpa wajahku. Dari atas kulihat sosok Muda berlari membelakangiku, sampai ke tepi lantai 10 gedung apartemen, melompat terjun bebas tanpa ragu-ragu dan menghilang.</p>
<p>TIDAK!!!</p>
<p>Aku terbangun dengan keringat dingin mengalir deras di seluruh permukaan kulit tubuhku. Air mata mengalir perlahan di kedua pipiku. Kepalaku terasa berat dan jantungku masih terasa berdegup kencang. Mataku menyapu ke sekeliling kamar. Semburat merah matahari pagi menyeruak tipis dari balik tirai kamarku. Apakah aku bermimpi?</p>
<p>&#8230;</p>
<p>THE END</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=128&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/08/schoene-traume-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SCHOENE TRAUME 01</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/05/schoene-traume/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/05/schoene-traume/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 10:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life in Short Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[TIDAK!!! &#160; Aku terbangun dengan keringat dingin mengalir deras di seluruh permukaan kulit tubuhku. Air mata mengalir perlahan di kedua pipiku. Kepalaku terasa berat dan jantungku masih terasa berdegup kencang. Mataku menyapu ke sekeliling kamar. Semburat merah matahari pagi menyeruak tipis dari balik tirai kamarku. Apakah aku bermimpi? &#8230; Sepanjang pagi hari itu kuhabiskan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=120&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TIDAK!!!</p>
<p>&nbsp;<br />
Aku terbangun dengan keringat dingin mengalir deras di seluruh permukaan kulit tubuhku. Air mata mengalir perlahan di kedua pipiku. Kepalaku terasa berat dan jantungku masih terasa berdegup kencang. Mataku menyapu ke sekeliling kamar. Semburat merah matahari pagi menyeruak tipis dari balik tirai kamarku. Apakah aku bermimpi?</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Sepanjang pagi hari itu kuhabiskan dengan duduk termenung di atas tempat tidurku. Dengan penuh keraguan kumencoba mengingat kembali seperti apa mimpiku semalam. Namun walaupun telah berulang-kali kucoba memutar ulang mimpi itu, yang kuingat hanyalah sepotong adegan yang sangat samar. Aku berada di suatu tempat yang sangat terang dan berangin dan di kejauhan kumelihat sesosok orang berlari membelakangiku, kemudian tiba-tiba melompat dan menghilang. Dan entah kenapa kuterbangun dengan perasaan sedih yang mendalam.</p>
<p>Adegan itu sekarang seperti terus terputar berulang-ulang di bena kku. Seperti layaknya sebuah rekaman kaset yang telah rusak. Namun ada hal lain yang sebenarnya sangat membuatku ketakutan. Aku masih tidak percaya bahwa aku telah bermimpi. Sesuatu yang telah sangat lama tidak kualami. Hampir kulupa rasanya bermimpi. Dan tidak hanya aku saja, saat ini semua orang telah berhenti bermimpi.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8220;Bercanda kamu !!!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ssst&#8230;jangan keras-keras Emre. Nanti ada yang dengar&#8230;&#8221; kataku sambil berbisik. Sampai kepalaku pun ikut tertunduk.</p>
<p>&#8220;Kamu yang bener dulu dong! Mana mungkin kamu bisa bermimpi. Tidak ada orang yang bisa bermimpi lagi! Sejak kejadian itu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada apa ini ribut-ribut? Emre, cepat kamu siapkan pesanan pelanggan kita. Dan kamu Malena, cepat hidangkan ini ke pelanggan yang duduk disana.&#8221; Suara menggelegar dari Herr Steiner memutuskan obrolanku dengan Emre. Ya, aku memutuskan untuk menceritakan tentang mimpiku semalam kepada sahabat dekatku, Emre, seorang pemuda imigran asal Turki yang berbadan besar dan gempal. Namun sepertinya keputusanku salah karena selain Herr Steiner memarahi kami, aku harus memastikan tidak ada yang peduli dengan teriakan dari Emre tadi.</p>
<p>&#8220;Hei Malena, cepat!&#8221; Tegur Herr Steiner lagi membuyarkan lamunanku.</p>
<p>&#8220;Ya, Herr Steiner.&#8221; Jawabku gugup. Kedua tanganku meraih nampan yang berisi pesanan dari pelanggan dan ketika mataku mengenali isi dari nampan itu, ada perasaan lega mengalir di hatiku. Sepotong roti Bretzel tanpa garam dan secangkir kopi hitam. Hanya ada satu orang pelanggan setia di Cafetaria Steiner ini yang selalu memesan menu yang sama seperti ini. Dan dia juga selalu duduk di tempat yang sama, meja baris kedua dari arah kasir. Jauh dari jendela dan pintu.</p>
<p>Kubawa nampan itu dan dengan cepat berjalan ke arah meja pelanggan tersebut. Dan tak lama terlihat sosoknya dengan posisi favoritnya saat menunggu pesanan datang. Badan bersandar ke kursi, kedua tangan tertangkup di depan dada, dan kepala tertunduk dengan mata terpejam. Seperti orang tertidur.</p>
<p>&#8220;Sayang&#8230;&#8221; Sapaku lembut ke arahnya. Dia mengangkat kepalanya dan tersenyum melihatku. Senyum yang terindah sedunia.</p>
<p>Pelanggan spesial ini tidak lain adalah kekasihku. Namanya Muda. Dia adalah seorang pemuda keturunan Asia, tepatnya dari Indonesia. Perawakannya tegap dan tergolong tinggi besar dibanding pemuda Asia lainnya. Kulitnya sawo matang namun agak terang. Hidungnya mancung dan kedua alis matanya tebal melekat di atas matanya yang kecil. Pandangan matanya tajam.</p>
<p>Sejak umur 15 tahun, dia diadopsi oleh sepasang turis asal Magdeburg yang sedang berkunjung ke Indonesia, Johann dan Anje Reinhart. Ayah kandungnya meninggal dunia akibat serangan jantung dan ibunya telah lebih dulu meninggalkan mereka setelah kedua orangtuanya bercerai. Mereka membawanya ke Jerman dan menyayanginya seperti layaknya anak kandung mereka sendiri. Namun itu tidak berlangsung lama. Tiga tahun  kemudian kedua orang tuanya tewas dibunuh oleh kawanan perampok dan sejak saat itu Muda Reinhart hidup sendiri.</p>
<p>&#8220;Lena, kamu semakin cantik tiap hari dan hari ini bahkan kamu lebih cantik dari pelangi.&#8221; Ujarnya dalam aksen Jerman-Indonesianya yang unik menyambut kedatanganku. Ah, dia memang pintar sekali merayuku dan seketika aku tersipu.</p>
<p>&#8220;Sudah cukup rayuannya, sekarang kamu makan dulu.&#8221; Kataku sambil menyodorkan nampan berisi menu favoritnya.</p>
<p>&#8220;Umm&#8230;Muda sayang&#8230;ada yang ingin aku ceritakan. Kamu tunggu ya, sebentar lagi jam kerjaku selesai.&#8221; Pintaku. Hatiku mulai teringat kembali peristiwa aneh yang terjadi semalam dan rasa takut pun melanda kembali. Muda sepertinya bisa membaca raut wajahku yang cemas. Ia pun tersenyum dan mengangguk.</p>
<p>&#8220;Happy Birthday, flower&#8230;&#8221; Bisiknya perlahan.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Hari ini, tanggal 6 Juli 2020, adalah hari ulang tahunku yang ke 29. Namaku Malena Schumann. Ayahku, Heinz Schumann, adalah seorang pria Jerman tulen yang pensiunan tentara. Sedangkan ibuku, Gabriela Cortez, adalah seorang imigran asal Argentina yang menghabiskan hampir sepanjang hidupnya sebagai perawat di sebuah rumah sakit tentara. Ya, disanalah mereka bertemu dan merajut cintanya.</p>
<p>Aku lahir di sebuah kota kecil di sebelah barat daya Berlin yang bernama Bernburg. Sejak lulus dari sekolah menengah atas, aku memutuskan untuk meninggalkan Bernburg dan kedua orang tuaku untuk melanjutkan kuliah di Berlin. Keluargaku bukan keluarga kaya sehingga untuk bertahan hidup aku harus bekerja sambilan.</p>
<p>Aku tinggal di sebuah kawasan yang bernama Wedding. Kawasan ini terletak di Berlin bagian barat dan merupakan tempat dimana imigran asal Turki menjadi mayoritas penduduknya. Kawasan ini sering dipersamakan dengan kawasan Bronx di Amerika Serikat karena gaya hidupnya yang keras dan tingkat kejahatan yang tinggi. Namun harga sewa apartemen sangat murah dan itulah mengapa aku memutuskan tinggak disini. Dan selama 9 tahun disini tak pernah sekalipun aku mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.</p>
<p>Cafetaria Steiner tempatku bekerja juga berada di kawasan ini, hanya beberapa blok dari gedung apartemenku. Pemiliknya seorang Bavarian (orang Jerman yang berasal dari daerah Muenchen dan sekitarnya) yang telah tinggal disitu lebih dari sepermpat abad. Sebagian besar karyawannya adalah orang Turki, salah satunya adalah Emre Berzoglu, sahabatku.</p>
<p>Jerman di tahun 2020 telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat hebat. Bahkan sejak adanya Muenchen Agreement 2013 dimana sebuah negara anggota European Union bisa melakukan merger dengan negara lainnya yang juga anggota European Union seperti layaknya merger antar perusahaan, sekarang wilayah Jerman telah meliputi Belgia, Belanda, Perancis, dan sebagian Italia.</p>
<p>Kota-kota besar seperti Berlin, Frankfurt, dan Muenchen telah tumbuh menjadi kota-kota ultrapolitan, dimana kehidupan penduduknya sudah sangat mapan, canggih, dan maju di segala aspek. Walaupun pada awalnya terjadi fenomena sosial yang dikenal dengan 2013 Syndrome dimana banyak orang yang mengalami depresi akibat tingkat persaingan di dunia pekerjaan yang sangat tinggi.</p>
<p>Mereka kekurangan waktu untuk beristirahat dan relaksasi karena disaat mereka tidur, segala bentuk stress dan tekanan dari pekerjaan bertransformasi menjadi mimpi-mimpi buruk. Akibatnya mereka sama sekali tidak bisa tidur dan kemudian mengalami depresi. Gejala depresi ini menyebar cepat sekali seperti layaknya wabah penyakit berbahaya sehingga akhirnya pemerintah membentuk sebuah tim yang terdiri dari para profesor di segala bidang untuk mencari solusi terhadap 2013 Syndrome ini.</p>
<p>Setelah setahun penuh bekerja keras, pada tahun 2014, terciptalah sebuah sinar laser yang dapat mencegah terjadinya mimpi sehingga orang dapat tidur dan beristirahat dengan maksimal. Sinar laser ini dikenal dengan sebutan Dream Elimination Laser yang disingkat, DEL. Begitu diperjualbelikan untuk umum, DEL sekejab menjadi komoditi yang sangat laris. DEL dijual dalam bentuk tabung yang mengeluarkan sinar laser seperti lampu senter. Sinar laser yang keluar dari tabung ini diarahkan ke kepala bagian depan pengguna setiap sebelum tidur selama 5 menit saja. Dan hasilnya adalah tidur yang bebas mimpi, pulas seperti tidur bayi. Hampir setiap orang membutuhkannya dan tak lama kemudian harganya perlahan-lahan semakin meningkat.</p>
<p>Puncaknya di tahun 2015 dimana harga 1 tabung yang dikeluarkan oleh DEL Corporation (DC) mencapai 10.000 euro per tabungnya. Walaupun tingkat kesejahteraan setiap orang pada tahun itu sudah sangat tinggi, akan tetapi tetap saja harga tersebut terlampau tinggi untuk suatu kebutuhan yang digunakan sehari-hari. Orang sudah terlanjur kecanduan DEL. Hingga pada suatu hari tanggal 14 Februari 2015 terjadi sebuah peristiwa yang kemudian dikenal dengan nama Black Valentine.</p>
<p>Sekelompok teroris yang menyebut diri mereka sendiri sebagai Dream Fighter mencoba mendapatkan inti laser yang disimpan di laboratorium di dalam komplek DC Headquarter. Tujuan mereka adalah agar mereka dapat memproduksi sendiri DEL yang lebih murah. Namun alih-alih mendapatkan inti laser yang dicari, mereka segera terkepung oleh pasukan petugas keamanan DC. Entah karena putus asa atau karena keteledoran, mereka meledakkan laboratorium tersebut dan akibatnya sangat fatal. Selain dari efek ledakan yang dahsyat dan api yang menjalar kemana-mana, generator inti laser ikut meledak dan memancarkan sinar DEL ke segala arah dalam radius ratusan ribu kilometer. Ledakan pancaran itu berlangsung selama hampir satu jam sebelum akhirnya bisa dimatikan.</p>
<p>Dan seminggu setelah kejadian tersebut, Kanselir Jerman beserta pemimpin-pemimpin dunia yang lain mengumumkan bahwa sinar DEL tersebut telah menyinari hampir seluruh permukaan bumi dan dampak dari kejadian itu adalah tidak akan ada lagi manusia di bumi yang dapat bermimpi, selamanya!</p>
<p>Tadi malam tepat di hari ulang tahunku yang ke 29 dan di tahun yang ke 5 sejak Black Valentine, aku, Malena, bermimpi.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>(to be continued)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=120&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2011/03/05/schoene-traume/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To Be Ashamed</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2011/01/18/to-be-ashamed/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2011/01/18/to-be-ashamed/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 14:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[The End of Rainbow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[In front of everybody, all people say loudly, STOP CORRUPTION! In front of everybody, all people scream bravely, CORRUPTOR GO TO HELL! In front of everybody, all people yell proudly, SAY NO TO CORRUPTOR AND CORRUPTION! &#8230; &#8230; &#8230; Yet still in front of everybody, all people do carelessly, LITTER ON THE PUBLIC PLACES! Yet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=115&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In front of everybody, all people say loudly,</p>
<p>STOP CORRUPTION!</p>
<p>In front of everybody, all people scream bravely,</p>
<p>CORRUPTOR GO TO HELL!</p>
<p>In front of everybody, all people yell proudly,</p>
<p>SAY NO TO CORRUPTOR AND CORRUPTION!</p>
<p>&#8230; &#8230; &#8230;</p>
<p>Yet still in front of everybody, all people do carelessly,</p>
<p>LITTER ON THE PUBLIC PLACES!</p>
<p>Yet still in front of everybody, all people act silently,</p>
<p>BRIEB AT ALL CHANCES AND OCCASIONS</p>
<p>Yet still in front of everybody, all people commit together,</p>
<p>ACCELERATE THEIR VEHICLES WHILE THE TRAFFIC LIGHT IS STILL SHOWING RED!</p>
<p>&#8230; &#8230; &#8230;</p>
<p>to be ashamed</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=115&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2011/01/18/to-be-ashamed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Pretty Girl Picture on Her Mom&#8217;s Cellphone</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/25/so-i-called-it-dejavu/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/25/so-i-called-it-dejavu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 17:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[The End of Rainbow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Funny thing happened to me tonight. I was experiencing a situation which once has occurred to me in the past. I was in this party of which was held by one of millionaires in town. The party was a bit old fashioned. Main reason was because the guest was mainly elderlies. I went to this [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=110&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Funny thing happened to me tonight. I was experiencing a situation which once has occurred to me in the past.</p>
<p>I was in this party of which was held by one of millionaires in town. The party was a bit old fashioned. Main reason was because the guest was mainly elderlies. I went to this party because I had to accompany my father who is a friend of the host.</p>
<p>The party was held in a inner courtyard which has a swimming pool in the middle of it. Some round tables were scattered all over the courtyard. The party was started with dinner and continued through out the end with music ala karaoke. At first I sat down in a round table in the front row with my father but then as the result of not knowing basically anyone beside my father, I ended up sitting in the corner of the pool side, sipping off a cup of black coffee.</p>
<p>But then out of nowhere this situation started to emerge. A girl whom I recognized as the secretary of the millionaire host &#8211; I had met him a couple of times before since he was asking me to make some landscape designs for his properties, and of course I met his secretary too &#8211; came and sat down just next to my seat. She came with a lady, typical glamorous one and started some chit chat with me. Asking where I live, don&#8217;t I want to sing on the stage, bla bla bla. The girl was quite pretty so I followed her chit chat with some relieves, finally a way out from this boredom. Then the lady joined our conversation and at the end the girl left and I ended up sitting down with this &#8220;going to be weird&#8221; chat with the lady.</p>
<p>She started the conversation with the topic of &#8220;my daughter wants to continue studying&#8221; since she knew from the girl that I am an architect who also teach in a private university. She told me that she has a daughter who has just graduated from a diploma degree majoring in civil engineering in a state university in a city named Yogyakarta. I told her that I was graduated from the same university. She started to have this funny stare at me. Next she found out who my father is, the funny stare came out stronger. Then she started a story about how her daughter wants to continue studying to a bachelor degree but the extension program was no longer available in that state university. When she then asked for my opinion, I responded by suggesting her to tell her daughter that in the private university where I teach, the extension program is available. The funny stare was then followed by a request of my phone number. I gave it without any presumption.</p>
<p>Then she was kind of busy with her cellphone, I was thinking that she was trying to save my number and then receiving some messages, but while doing so she was telling some stories about her daughter. This is going somewhere, I thought. I was right, just when I saw my father was just about to leave and that meant I have to leave too, she showed me a picture on her cellphone. A big smile on the lady&#8217;s face and a picture of her daughter on her cellphone, very pretty, but of course I didn&#8217;t say that. I managed to hide my feeling by asking how old she is and fortunately, my father waved to me and asked me to leave with him. I excused myself to the lady whom I even didn&#8217;t know her name.</p>
<p>But you know what, lady. That situation you gave to me has been once occurred to my life in the past. Another lady has done the same to me a long time ago and the damage from that, I could have never cured.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=110&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/25/so-i-called-it-dejavu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Under Curiosity</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/under-curiosity/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/under-curiosity/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 10:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[The End of Rainbow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/under-curiosity/</guid>
		<description><![CDATA[Under curiosity, I would like to prove that people can still achieve something even under distraction from other people. That is exactly why at the moment I am writing this post while I am getting some treatment for my hair (read: hairspa). Some girl is now massaging my head with some cream on my hair. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=108&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Under curiosity, I would like to prove that people can still achieve something even under distraction from other people. That is exactly why at the moment I am writing this post while I am getting some treatment for my hair (read: hairspa). Some girl is now massaging my head with some cream on my hair. Her massage is somehow got to a level of uncomfortability (or is it because I didn&#8217;t set myself to enjoy it?) well that is absurd&#8230;</p>
<p>But at least I have managed to reach my goal, writing this blog. So, my point is once the goal has been set, chase it, ignore all disturbances, beat all obstacles&#8230;and at the end of the day, you will see a nice looking guy with a great hair on the mirror in front of you&#8230;haha.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=108&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/under-curiosity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A New Start</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/a-new-start/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/a-new-start/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 01:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[The End of Rainbow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Just saying, that a start will never happen, when you say: later&#8230; So start from now, I am going to do this&#8230;write, write and write. Not just about what I am thinking but more to what I am feeling. So it maybe damn wrong according to prof. Einstein, but it maybe right according to&#8230;.me! Writing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=101&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Just saying,</p>
<p>that a start will never happen, when you say: later&#8230;</p>
<p>So start from now, I am going to do this&#8230;write, write and write. Not just about what I am thinking but more to what I am feeling. So it maybe damn wrong according to prof. Einstein, but it maybe right according to&#8230;.me!</p>
<p>Writing is another passion of me but it has been discouraged by so less time I can spare to write. But wait! maybe not&#8230;It may take me a while to arrange thing on my mind and spill it out as words. But it could only take a second just to burst out with what I feel at the time and shout it loud!</p>
<p>And that is what exactly I am going to do here.</p>
<p>Another note from me, since I am not going to think over what I am going to write in here. So please, do not take it seriously&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PS. I am also famous of my inconsistency. So this is also how I challenge myself.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=101&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2010/12/24/a-new-start/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merancang Masa Depan</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2010/04/22/merancang-masa-depan/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2010/04/22/merancang-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 11:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[archFRITZecture]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[bandar lampung]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[werner sobek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini telah dimuat di Harian Umum LAMPUNG POST &#8211; Edisi Minggu, 21 Maret 2010 Mungkin tidak banyak orang yang benar-benar sadar bahwa dalam beberapa  pekan ini, kota Bandar Lampung telah mendapatkan kesempatan yang sangat berharga dan sangat bermanfaat bagi pembangunan kota Bandar Lampung pada khususnya dan daerah Lampung pada umumnya. Melalui serangkaian kegiatan dalam sebuah event utama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=96&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tulisan ini telah dimuat di Harian Umum LAMPUNG POST &#8211; Edisi Minggu, 21 Maret 2010</strong></p>
<p>Mungkin tidak banyak orang yang benar-benar sadar bahwa dalam beberapa  pekan ini, kota Bandar Lampung telah mendapatkan kesempatan yang sangat berharga dan sangat bermanfaat bagi pembangunan kota Bandar Lampung pada khususnya dan daerah Lampung pada umumnya. Melalui serangkaian kegiatan dalam sebuah event utama yaitu International Exhibition dengan tema Designing the Future, Universitas Bandar Lampung bekerja sama dengan Goethe Institut Jakarta dan Universitas Pelita Harapan Jakarta menampilkan pagelaran karya-karya masterpiece dari arsitek dan ahli struktur internasional dari Jerman yaitu  Prof. Dr. Dr. Ing. Werner Sobek. Selain itu serangkaian kegiatan seminar dan perlombaan yang melibatkan pelajar smu/smk, mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum kota Bandar Lampung telah digelar dari tanggal 1 Maret 2010 sampai dengan 13 Maret 2010 dan telah berjalan dengan sukses serta menambah kesemarakan sebuah event yang cukup langka di daerah Lampung.</p>
<p>Prof. Werner Sobek mempunyai nama yang cukup besar di kalangan praktisi arsitek dan ahli struktur internasional. Karya-karya arsitekturnya mulai dari bangunan rumah tinggal hingga bangunan tinggi (highrise) telah tersebar di seluruh penjuru dunia seperti kantornya, Werner Sobek Engineering and Design, yang juga mempunyai cabang-cabang di Jerman, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Mesir atau dengan kata lain, tersebar di empat benua.</p>
<p>Keistimewaan dari Prof. Werner Sobek adalah kemampuan beliau mendesain dengan berdasar pada penguasaan pada ilmu arsitektur dan ilmu struktur sekaligus. Tidak banyak arsitek kelas dunia yang mempunyai keahlian seperti beliau. Hanya nama-nama seperti Santiago Calatrava, Helmut Jahn, dan Norman Foster yang dapat disetarakan dengan beliau. Pemahaman Prof. Werner Sobek terhadap seni arsitektur dan teknik struktur membuat karya-karya beliau selain mempunyai nilai estetika yang tinggi juga mempunyai struktur bangunan yang kokoh, ringan dan berteknologi tinggi.</p>
<p>Beliau juga mempunyai minat khusus terhadap pengembangan material-material bangunan yang ringan tetapi kuat. Minat tersebut beliau salurkan dengan mendirikan sebuah research institute, Institute for Lightweight Structures and Conceptual Design, di Stuttgart, Jerman. Disana beliau bersama mahasiswa-mahasiswa melakukan penelitian untuk menciptakan material-material bangunan masa depan yang transparan, ringan, kuat dan dapat didaur-ulang. Disamping itu salah satu prinsip desain yang selalu beliau kembangkan adalah Triple Zero yang terdiri dari pertama, Zero Energy yang artinya bangunan yang didesain tidak mengkonsumsi energi lain selain dari energi yang diproduksi sendiri melalui teknologi solar panel, wind turbin, dan sebagainya. Kemudian Zero Emission yang artinya bangunan yang didesain tidak akan menghasilkan gas emisi CO2 / karbondioksida atau dalam bentuk yang lainnya. Dan yang terakhir adalah Zero Waste yang artinya bangunan yang didesain dibuat dari<br />
bahan bangunan yang dapat didaur ulang seluruhnya, sehingga tidak akan<br />
meninggalkan sampah atau reruntuhan pada saat bangunan dihancurkan.</p>
<p>Prinsip Triple Zero inilah yang sesungguhnya merupakan jawaban akan berbagai macam pertanyaan dan permasalahan akan dampak negatif terhadap lingkungan alami yang ditimbulkan oleh pembangunan lingkungan buatan. Seperti yang dipaparkan oleh pakar arsitek Indonesia, Ir. Ranu Wijaya dari KBA Architects dalam salah satu sesi utama seminar yang  menjadi bagian penting event ini bahwa kurang lebih 50% material dari alam dipakai untuk pembangunan dan begitu pula limbah serta konsumsi energi dari pembangunan dengan jumlah persentase yang hampir sama. Oleh karena itu, pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development merupakan tema utama yang harus diejawantahkan oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.</p>
<p>Konsep Triple Zero dari Prof. Werner Sobek merupakan salah satu dari sekian banyak ide cemerlang yang dikreasikan oleh para arsitek masa kini. Kenapa arsitek? Karena arsitek lah yang  berada di garis depan dalam pembangunan suatu bangsa. Dan tingkat kemajuan suatu bangsa salah satunya dapat dilihat dari karya arsitekturnya. Hal ini disampaikan Rektor UBL, Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A. dalam pidato pembukaan rangkaian kegiatan International Exhibition ini.</p>
<p>Tujuan dari kegiatan ini juga salah satunya adalah mempromosikan atau meningkatkan pamor dunia keilmuan teknik terutama teknik arsitektur, teknik sipil, dan teknik mesin. Sungguh sangat disayangkan bahwa faktanya memang peminat untuk bidang-bidang keilmuan yang disebut diatas, terutama teknik arsitektur, untuk di perguruan tinggi atau universitas yang berada di daerah Lampung memang masih sangat kurang. Hal ini tercermin dari fakta bahwa program studi S1 Teknik Arsitektur hanya terdapat di UBL,  satu-satunya di Lampung. Kemudian berdasar pengalaman pribadi dari penulis bahwa masyarakat awam bahkan dari kalangan mudanya masih ada yang menyamakan antara jurusan Teknik Sipil dengan Teknik Arsitektur. Dan tidak sedikit pula yang masih beranggapan bahwa arsitek itu hanya sekedar tukang gambar. Pandangan-pandangan seperti itu harus diubah karena sesungguhnya seorang arsitek mempunyai kemampuan dan tanggung jawab untuk menciptakan suatu lingkungan yang baik dan nyaman bagi pengguna pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Lebih jauh lagi dalam dunia arsitek profesional di Lampung masih terasa kurangnya penghargaan dari masyarakat secara umum akan jasa seorang arsitek. Sebagian masyarakat yang sudah melek arsitektur pun masih lebih percaya dengan jasa arsitek “import” dari pulau Jawa sehingga akibatnya arsitek lokal semakin menghilang, sebagian berkarya di pulau Jawa, dan sebagian lagi terpaksa beralih profesi demi menyambung hidup. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi di dunia arsitektur nasional yang sedang mengalami masa-masa yang penuh dengan gairah kemajuan. Dengan hampir disyahkannya UU Arsitek dan juga nota kesepahaman dengan arsitek-arsitek se-ASEAN yang akan berlaku tak lama lagi yang menyatakan bahwa setiap arsitek yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN akan mempunyai kesempatan yang sama untuk berpraktek di seluruh negara anggota ASEAN, hal diatas menunjukkan bahwa profesi arsitek mulai menunjukkan peranan penting dalam skala nasional dan yang lebih besar lagi. Sementara di Lampung, hal tersebut masih cukup jauh dari harapan.</p>
<p>Maraknya rencana-rencana pembangunan fisik di Lampung seperti pembangunan JSS, perencanaan kota baru, dan perencanaan waterfront city sepertinya masih kurang mengangkat pamor arsitek terutama arsitek lokal sebagai salah satu pihak yang dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam proses-proses perencanaan dan pembangunan tersebut di atas.</p>
<p>Sebagai contoh, pemikiran Prof. Werner Sobek tentang peranan bangunan tinggi (highrise) terhadap pembangunan suatu kota yang lebih hemat energi. Beliau menyatakan dalam video presentasi yang diputar di International Exhibition tersebut bahwa pembangunan bangunan tinggi / highrise bulding tidak hanya disebabkan karena lahan yang tersedia sudah tidak cukup, melainkan juga dikarenakan konsep tersebut merupakan salah satu strategi pembangunan yang hemat energi. Pembangunan di banyak daerah di India, Cina dan bahkan Indonesia yang notabene adalah negara-negara yang memiliki lahan kosong yang masih sangat besar pada umumnya masih menggunakan prinsip pengembangan secara horisontal dan bangunan tinggi pun seakan tidak diperlukan karena lahan kosong yang tersedia masih sangat banyak. Namun bukannya penghematan energi yang didapat melainkan yang terjadi adalah sebuah fenomena perkotaan yang disebut dengan urban sprawl. Urban sprawl pada dasarnya adalah suatu kondisi dimana pertumbuhan kota secara horisontal sudah sedemikian tinggi sehingga wilayah kota tersebut menjadi sangat luas. Dampak negatifnya adalah jarak tempuh yang sangat jauh dari area pinggiran ke pusat kota, yang pada akhirnya menghasilkan penggunaan energi yang tinggi untuk transportasi,  pencemaran udara oleh gas emisi kendaraan, tingkat efisiensi kerja yang sangat rendah karena sebagian besar waktu dihabiskan di perjalanan, dan sebagainya. Intinya, yang terjadi malah pemborosan penggunaan energi dan<strong> </strong>menyimpang dari tujuan utama sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Sementara itu, Prof. Werner mempunyai teori bahwa dengan pembangunan vertikal dapat dihasilkan sebuah kota yang lebih padat / compact dan lebih efisien. Jarak antar daerah di kota tersebut tidak terlalu jauh bahkan dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau in walking distance. Dan apabila dipadukan dengan sistem transportasi umum yang baik maka tingkat penggunaan kendaraan pribadi dapat diturunkan sehingga gas emisi yang dihasilkan pun dapat ditekan seminimum mungkin. Efisiensi kerja pun meningkat karena antara kantor, tempat tinggal, supermarket, tempat hiburan dapat berada dalam sebuah bangunan tinggi yang multi fungsi sehingga orang tidak akan menghabiskan waktu dan energi yang banyak untuk berpindah dari satu fungsi bangunan ke fungsi bangunan yang lain. Sehingga kesimpulannya pembangunan vertikal ini lebih hemat energi dan memenuhi kriteria dari suatu pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga dampak negatif lingkungan seperti krisis air, global warming, dan sebagainya, yang kita rasakan sekarang tidak akan terjadi.</p>
<p>Pemikiran diatas dihasilkan oleh seorang arsitek. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur mempunyai peranan yang penting dalam perencanaan dan pembangunan suatu daerah. Lebih besarnya lagi, arsitektur mempunyai peranannya tersendiri dalam kehidupan manusia sama seperti bidang ilmu teknik sipil, teknik mesin dan bidang ilmu teknik lainnya. Oleh karena itulah mengapa event yang baru saja selesai diselenggarakan oleh UBL ini merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga dan berguna bagi kemajuan pembangunan Provinsi Lampung.</p>
<p>Dan sesuai dengan tema Designing the Future maka sesungguhnya berakhirnya event ini semoga hanyalah menjadi akhir dari sebuah chapter awal dari sebuah kitab kehidupan masa depan yang lebih baik, khususnya di provinsi Lampung yang kita cintai ini.</p>
<p>Penulis:</p>
<p><strong>Fritz Akhmad Nuzir, ST, MA(LA)</strong></p>
<p>Dosen Universitas Bandar Lampung dan Praktisi Arsitek anggota Ikatan Arsitek Indonesia, Lampung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=96&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2010/04/22/merancang-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2022 &#8211; Chapter 01: Natural Talent 02</title>
		<link>http://fritztory.wordpress.com/2009/04/22/2022-chapter-01-natural-talent-02/</link>
		<comments>http://fritztory.wordpress.com/2009/04/22/2022-chapter-01-natural-talent-02/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 09:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fritztory</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life in Short Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fritztory.wordpress.com/2009/04/22/2022-chapter-01-natural-talent-02/</guid>
		<description><![CDATA[Syutt&#8230;. Udara malam semakin kencang menerpa tubuhku, membuatku semakin mempercepat langkahku menuju sumur di belakang rumah. Kutelusuri jalan setapak yang tersusun dari deretan batu kali yang besar-besar. Namun deretan batu yang basah akibat embun malam membuatku kembali memperlambat langkahku agar tidak terpeleset. Apalagi sinar rembulan yang terhalangi kabut pegunungan memaksaku untuk memakai sedikit “indera keenam” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=90&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syutt&#8230;.</p>
<p>Udara malam semakin kencang menerpa tubuhku, membuatku semakin mempercepat langkahku menuju sumur di belakang rumah. Kutelusuri jalan setapak yang tersusun dari deretan batu kali yang besar-besar. Namun deretan batu yang basah akibat embun malam membuatku kembali memperlambat langkahku agar tidak terpeleset. Apalagi sinar rembulan yang terhalangi kabut pegunungan memaksaku untuk memakai sedikit “indera keenam” dalam menentukan arah. Jarak sumur yang lebih kurang sepuluh meter terasa seperti sepuluh kilometer. Langkah demi langkah ku ambil perlahan namun mantap dengan setiap langkahnya perlahan membawa ingatanku pada pertandingan bola tadi sore.</p>
<p>Dit! Oper, Dit! Sini! Kanan kosong! Teriak Acil sambil berlari merangsek mendahuluiku.</p>
<p>Kutahan bola sebentar.</p>
<p>Nggak bisa ! pikirku ketika kulihat salah seorang pemain lawan bergerak ke kiri untuk menghalanginya.</p>
<p>Kugiring lagi bola mendekati gawang lawan. Kini aku berlari menyilang ke arah tengah. Seorang pemain berusaha menghalangiku. Dia menabrakku dan berusaha menarik kaosku. Kuhentikan sebentar langkahku, kutarik bola kesebelah dalam kaki, kugerakkan badanku ke sebelah kanan sementara kakiku mendorong bola ke sebelah kiri. Bek itu terjatuh karena kaget akan gerakanku itu sehingga membuatku bebas bergerak maju lagi.</p>
<p>Kasih sini, Dit! Lepas! Biar kutendang! Teriak Tarjo dari arah kiri depanku.</p>
<p>Kulihat dia terlibat duel satu lawan satu dengan bek tengah lawan sementara kiper lawan juga sudah menyadari keberadaannya. Kuputuskan untuk terus menggiring bola mendekati gawang lawan. Seorang pemain lawan nekat berusaha menjegalku dari samping tapi sebelum kakinya menjangkau bola, kubelokkan arah bola ke kanan, dan terjangannya hanya menerpa angin. Kutahan lagi bola dan ketika kulihat ke arah gawang ternyata aku tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Dia berusaha maju sambil mejatuhkan tubuhnya untuk mempersempit ruang tembakku tapi aku sudah siap, dengan sekali sentuhan, kuangkat bola dengan ujung kakiku dan kulambungkan ke arah gawang. Bola melambung tinggi tanpa terjangkau kiper yang sudah terlanjur jatuh lalu bergulir pelan ketika menyentuh tanah dan&#8230;</p>
<p>&#8230;masuk.</p>
<p> </p>
<p><strong>TO BE CONTINUED</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fritztory.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fritztory.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fritztory.wordpress.com&amp;blog=698287&amp;post=90&amp;subd=fritztory&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fritztory.wordpress.com/2009/04/22/2022-chapter-01-natural-talent-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c7d6b1c0c886210e601461bc5d965d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fritztory</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
